Rencana Strategis

ISSUE



ISSUE-ISSUE STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PETERNAKAN

Berdasarkan hasil review faktor-faktor pelayanan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang meliputi : analisa Renstra Kementerian Pertanian; analisa Renstra SKPD lingkup Peternakan Kabupaten/Kota; analisa Rencana Tata Ruang Wilayah dan analisa KLHS, maka dapat ditentukan isu-isu strategis yang dihadapi oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :

a. Adanya tuntutan perlakuan terhadap hewan ternak hendaknya mengikuti prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (kesrawan). Pengabaian terhadap kesrawan berpotensi menjadi salah satu hambatan dalam perdagangan internasional. Perlu untuk mempercepat penerapan kesejahteraan hewan agar mampu meningkatkan daya saing produk di pasar bebas.

b. Liberalisasi perdagangan dunia menimbulkan ancaman membanjirnya produk impor yang dapat mengancam kelangsungan usaha peternak lokal. Usaha peternakan Jawa Timur masih didominasi oleh para peternak skala kecil dan merupakan mata pencaharian salah satu dari sub sistem pertanian, dimana karakteristiknya adalah mempunyai lahan sempit, bermodal kecil dan produktivitas yang rendah. Diperlukan penumbuhan daya saing produk peternakan lokal.

c. Perubahan iklim global menyebabkan wabah penyakit-penyakit hewan yang baru muncul dan yang muncul kembali (emerging and re-emerging animal diseases) yang dapat menular ke manusia (zoonosis). Wabah Zoonosis dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap aspek ekonomi, sosial, atau pertahanan dan keamanan. Diperlukan pengendalian penyakit hewan menular yang lebih intensif.

d. Terjadi penurunan populasi ternak sapi potong, sapi perah dan kerbau sebesar 24,1% berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013. Penurunan populasi ini dapat berpengaruh pada produksi hasil peternakan. Diperlukan usaha peningkatan populasi.

e. Belum terintegrasinya usaha peternakan dengan potensi lahan usaha yang tersedia, akibat belum terpadunya pengembangan wilayah dengan penetapan komoditas unggulan disetiap Kabupaten, sehingga menyulitkan dalam mengalokasikan kegiatan yang tepat untuk masing-masing wilayah/ tidak fokus serta menyebabkan input produksi menjadi relatif tinggi dan menurunkan daya saing produk, sehingga perlunya pemetaan dan penetapan kawasan sesuai dengan potensi wilayahnya.

f. Berdasarkan ketentuan UU No 18 Tahun 2009, pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di Rumah Potong yang berstandar NKV guna menjamin terpenuhinya standar aman, sehat, utuh dan halal. Namun masih banyak pemotongan illegal diluar RPH serta masih sedikit RPH yang ber-NKV.

g. Pertumbuhan sektor peternakan melambat, dari 3,92% tahun 2009 menjadi 1,03% tahun 2013. Demikian pula kontribusi terhadap PDRB menurun dari 3,07% tahun 2009 menjadi 2,25% tahun 2013. Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur periode 2014-2019 sebesar 7-8%, kontribusi dari sub sektor peternakan ditargetkan sebesar lebih dari 4 % per tahun.

Polling

Layanan interaktif apa yang sering Anda gunakan pada website ini ?
INDEX

Info Harga 2017-09-05

Daging Kambing (Kg) : Rp. 92.000
Karkas Ayam Buras (Kg) : Rp. 58.500
Karkas Ayam Broiler (Kg) : Rp. 29.300
Daging Sapi Murni (Kg) : Rp. 106.000
Telur Ayam Ras (Kg) : Rp. 19.250
Telur Ayam Buras (Butir) : Rp. 2.000
Susu Sapi Segar (Ltr) : Rp. 5.400
DOC Broiler (Ekor) : Rp. 5.250
DOC Layer (Ekor) : Rp. 6.600
Telur Itik (Butir) : Rp. 3.500
Pakan Ternak Broiler (Kg) : Rp. 6.425
Pakan Konsentrat Layer (Kg) : Rp. 6.160
Detail Data Statistik

User Statistik

Hari ini : 35
Kemarin : 52
Minggu ini : 331
Bulan September 2017 : 988
Total : 748850
( since 30 Mei 2013 )
Page Loaded in 2.9256 seconds
LINK TERKAIT KEMENTRIAN PERTANIAN PROVINSI JAWA TIMUR DITJEN PKH DITJEN PSP
DISNAKJATIM
DISNAKJATIM
RSS
Copyright © 2013 Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur
Jl. Jend Achmad Yani 202 Surabaya 60235 Jawa Timur - Indonesia
Telp. (031) 8292545 8280445 - 8285126 - 8285129 , Fax. (031)8291853
[ Lihat Peta ]