Jumat, 7 Oktober 2016 | 17:04 WIB | Penulis : Web Admin

Dibaca : 1258

KEMENTERIAN PERTANIAN UPAYAKAN PERCEPATAN PENINGKATAN SAPI DAN KERBAU

upsus siwab


Pada tahun 2035 penduduk Indonesia diprediksi mencapai angka 305 juta jiwa. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, konsumsi protein hewani juga diprediksi meningkat. Terlebih lagi tingkat pendidikan masyarakat yang semakin baik akan berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut akan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Namun dilain hal, lahan pertanian yang cenderung semakin sempit tidak berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah penduduk. Disamping itu, keinginan pemuda yang bekerja di bidang peternakan dan pertanian semakin menurun. Hal tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah dalam penyediaan protein hewani untuk konsumsi masyarakat.

Bertempat di Hotel Mercure – Surabaya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melaksanakan Pertemuan Pemantapan Pelaksanaan UPSUS SIWAB 2017. Ditjen PKH mengundang Kepala Dinas Peternakan Provinsi, Kepala Dinas Kabupaten terpilih dan Kepala Balai dan UPT lingkup Ditjen PKH pada kegiatan yang dilaksanakan tanggal 6 – 8 oktober ini. Bahkan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP,  direncanakan hadir untuk berdiskusi bersama peserta pertemuan.

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian Dirjen PKH, Dr. Ir. Riwantoro, MM  menyampaikan bahwa secara nasional kebutuhan daging sapi dan kerbau belum mampu tercukupi . Sehingga menurutnya perlu upaya percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan hewani. “Peran pemerintah adalah melalui regulasi, yaitu setiap importir mendatangkan sapi bakalan potong maka wajib mendatangkan juga indukan sebanyak 20% dari bakalan,” lanjutnya. Selain itu, diupayakan dalam memotong tata niaga sapi potong serta optimalisasi Sumber Daya Domestik bersama stakeholder terkait.

UPSUS SIWAB merupakan singkatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting. Dengan Upaya khusus ini, pada tahun 2017 ditargetkan sebanyak empat juta ekor akseptor  sapi. Dari jumlah tersebut diharapkan tiga juta induk dapat bunting. Target tersebut diharapkan dapat tercapai baik melalui inseminasi buatan (IB) maupun kawin alam. Kegiatannya dimulai dengan pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, dilanjutkan proses perkawinan, perbaikan pakan serta pengoptimalan sumber daya yang ada. Disebutkan Dr. Ir. Riwantoro, MM  bahwa sampai saat ini rencana anggaran tahun 2017 Ditjen PKH, sebesar 65% adalah untuk mendukung UPSUS SIWAB.

Sumber: DISNAK JATIM
« Previous » Next

Polling

Layanan interaktif apa yang sering Anda gunakan pada website ini ?
INDEX

Info Harga 2017-09-05

Daging Kambing (Kg) : Rp. 92.000
Karkas Ayam Buras (Kg) : Rp. 58.500
Karkas Ayam Broiler (Kg) : Rp. 29.300
Daging Sapi Murni (Kg) : Rp. 106.000
Telur Ayam Ras (Kg) : Rp. 19.250
Telur Ayam Buras (Butir) : Rp. 2.000
Susu Sapi Segar (Ltr) : Rp. 5.400
DOC Broiler (Ekor) : Rp. 5.250
DOC Layer (Ekor) : Rp. 6.600
Telur Itik (Butir) : Rp. 3.500
Pakan Ternak Broiler (Kg) : Rp. 6.425
Pakan Konsentrat Layer (Kg) : Rp. 6.160
Detail Data Statistik

User Statistik

Hari ini : 89
Kemarin : 137
Minggu ini : 208
Bulan Mei 2018 : 208
Total : 775916
( since 30 Mei 2013 )
Page Loaded in 1.8987 seconds
LINK TERKAIT KEMENTRIAN PERTANIAN PROVINSI JAWA TIMUR DITJEN PKH DITJEN PSP
DISNAKJATIM
DISNAKJATIM
RSS
Copyright © 2013 Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur
Jl. Jend Achmad Yani 202 Surabaya 60235 Jawa Timur - Indonesia
Telp. (031) 8292545 8280445 - 8285126 - 8285129 , Fax. (031)8291853
[ Lihat Peta ]